Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2015

Sedikit Lebih Mengenal COLDPLAY

Anda semua pasti mengenal Band yang satu ini, meraka adalah sebuah band yang bergenre musik Rock Alternative. Band asal Inggris ini beranggotakan 4 Pria, yakni Idola saya banget hhee :D yaitu Chris Martin sebagai Vokalis, Jonny Buckland pada guitar, Guy Berryman pada bass, dan yang terkhir  Will Champion pada drum.

Gaya rock alternatif Coldplay telah dibandingkan dengan Radiohead dan Oasis. Chris Martin pernah memprokalamasikan musik band ini sebagai "limestone rock" dibandingkan dengan "hard rock".
Dalam Viva la Vida or Death And All His Friends, gaya grup ini bergerak ke arah art rock, dan bereksperimen dengan berbagai instrumen berbeda termasuk orkestra, piano honky-tonk dan lainnya

 Sabagai Fans mestinya anda mengetahui Fakta Fakta Berikut tentang Band Coldplay :

- Coldplay Didirikan di London, Inggris Pada tahun 1998 dengan nama Starfish.

- Populer sejak setelah mereka merilis single mereka yang berjudul Yellow pada tahun 2000.

- Setelah itu mereka merilis Album 'Parachutes' (2000)

- Pada tahun 2000 nama Coldplay digadang gadang akan menyaingi Popularitas Band Inggris lainnya, seperti Oasis, dan Radiohead

- Beberapa singelnya telah menjadi hit seperti "Yellow", "Clocks" (pemenang Record of the Year pada Grammy Award 2004), "The Scientist", "Speed of Sound", "Fix You", dan "Viva la Vida"

- Mereka mendapat tanggapan baik dari media di album Viva La Vida Or Death and All His Friends setelah di album X&Y mendapat kritik yang buruk di media

- Dalam karirnya Coldplay telah merilis 5 album diantaranya :
  1. Parachutes (10 Juli 2000)
  2. A Rush of Blood to the Head (26 Agustus 2002)
  3. X&Y (6 Juni 2005)
  4. Viva la Vida or Death and All His Friends (25 Mei 2008)
  5. Mylo Xyloto (24 Oktober 2011)

- Album yang berjudul "Xylo Myloto" ini dikatakan sebagai album terakhir (lagi-lagi) oleh para pentolan band tersebut, Singel pertama dari album ini adalah "Every Teardrop Is a Waterfall" yang dirilis pada 3 Juni 2011, Sedangkan singel kedua dari album ini adalah "Paradise" yang dirilis pada 12 September 2011.

- Pada video klip single pertama coldplay ini yaitu Every teardrop is waterfall juga terdapat simbol illuminati seperti yang terlihat berikut ini.

 




10 Orang Terkaya Didunia

Siapakah orang terkaya di dunia saat ini? Jawabannya tergantung dari pihak yang menghitung nilai kekayaan, salah satunya adalah Bloomberg yang baru saja mengeluarkan Billionaire Index alias daftar orang terkaya.

Dalam daftar terbaru ini, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/5/2013), terjadi pergeseran di posisi puncak. Orang terkaya tahun lalu kini harus lengser ke posisi kedua.

Siapa saja 10 orang terkaya di dunia? Simak di bawah ini.

 10. Jim Walton

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/153535_kaya010.jpg
Kekayaan: US$ 36,1 miliar (Rp 342,9 triliun).

Ia adalah anak bungsu dari pendiri Wal-Mart, Sam Walton, yang sekarang menjadi pimpinan perusahaan ritel tersebut. Ia juga pemilik dari Arvest Bank dan perusahaan percetakan Community Publishers.

Bersama kedua anaknya, ia menguasai 49% saham di Wal-Mart. Jim sendiri punya sekitar 410 juta lembar saham.



9. Christy Walton

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/153812_kaya009.jpg
Kekayaan: US$ 37,9 miliar (Rp 360 triliun)

Wanita terkaya di dunia versi Bloomberg ini merupakan janda dari mendiang John T. Walton, anak kedua dari pendiri Wal-Mart, Sam Walton.

Setelah kematian John di 2005, Christy mewarisi semua kekayaan suaminya, termasuk 12% saham di Wal-Mart, perusahaan retail raksasa AS. Ia juga memegang 25 juta lembar saham First Solar, produsen alat pengubah tenaga matahari.


8. Larry Ellison

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/153852_kaya008.jpg
Kekayaan: US$ 41,6 miliar (Rp 395,2 triliun)

Ellison adalah pendiri dan pemilik mayoritas saham Oracle, perusahaan database terbesar di dunia. Selain 23% saham di Oracle, ia juga punya 46% saham NetSuite dan sebagian saham LeapFrog Enterprises, sebuah perusahaan pelatihan pembuatan software.

Hartanya juga termasuk US$ 4,5 miliar uang tunai, serta beberapa aset tak bergerak, seperti satu pulau di Hawaii.



7. David Koch

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/153909_kaya007.jpg
Kekayaan: US$ 45,2 miliar (Rp 429,4 triliun)

David Koch merupakan Wakil Direktur Utama Koch Industries, salah satu perusahaan multi industri terbesar di dunia. Perusahaan yang bermarkas di Wichita, Kansas ini bergerak di aneka industri mulai dari penyulingan minyak, pipa, perdagangan komoditas, kertas dan lain-lain.

Bersama kakaknya, ia punya 42% saham di perusahaan yang tahun lalu meraup omzet sebesar US$ 115 miliar (Rp 1.092 triliun) tersebut.



6. Charles Koch

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/153941_kaya006.jpg
Kekayaan: US$ 45,2 miliar (Rp 429,4 triliun)

Charles Koch adalah komisaris sekaligus Direktur Utama Koch Industries, salah satu perusahaan multi industri terbesar di dunia. Perusahaan yang bermarkas di Wichita, Kansas ini bergerak di aneka industri mulai dari penyulingan minyak, pipa, perdagangan komoditas, kertas dan lain-lain.

Bersama adiknya, ia punya 42% saham di perusahaan yang tahun lalu meraup omzet sebesar US$ 115 miliar (Rp 1.092 triliun) tersebut.


5. Ingvar Kamprad

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/154012_kaya005.jpg
Kekayaan: US$ 55,5 miliar (Rp 527,25 triliun)

Orang paling kaya di Swedia ini merupakan pendiri sekaligus pemilik IKEA, perusahaan ritel furnitur terbesar di dunia. Perusahaannya ini meraup omzet lebih dari US$ 36 (Rp 342 triliun) miliar dengan laba US$ 4 miliar (Rp 38 triliun).

Perusahaan investasi milik keluarganya, Ikano Group, mengoperasikan empat waralaba IKEA, bisnis kartu kredit dan properti.



4. Amancio Ortega

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/154035_kaya004.jpg
Kekayaan: US$ 56 miliar

Orang terkaya di Spanyol ini punya 59% saham Inditex, perusahaan ritel pakaian terbesar di dunia yang merupakan induk dari merek Zara. Selain perusahaan investasinya itu, Ortega juga punya perusahaan properti perkantoran di beberapa kota besar Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Sejak 2001 lalu, ia sudah menerima dividen sebesar 2,8 miliar euro. Dua tahun lalu, ia mengundurkan diri dari posisi komisaris Inditex.




3. Warren Buffett

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/154106_kaya003.jpg
Kekayaan: US$ 59,6 miliar (Rp 566,2 miliar)

Buffet adalah komisaris sekaligus CEO Berkshire Hathaway, perusahaan publik yang bergerak di berbagai sektor industri, mulai dari asuransi (Geico), manufaktur (Clayton Homes), energi (MidAmerican Energy, Lubrizol), dan jasa (NetJets).

Buffet juga terkenal sering membeli saham-saham perusahaan raksasa, seperti Coca-Cola, American Express, Procter & Gamble, dan Wells Fargo. Buffet menyebut perusahaan-perusahaan ini dengan 'Gajah' dan ia memposisikan diri sebagai 'Pemburu'.



2. Carlos Slim

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/154130_kaya002.jpg
Kekayaan: US$ 72,1 miliar (Rp 684,9 triliun)

Orang Terkaya di Meksiko ini menguasai saham America Movil, operator jaringan telekomunikasi terbesar di Benua Amerika. Ia juga main di industri perbankan (Inbursa) dan pertambangan (Minera Frisco).

Slim yang turun satu peringkat ini juga punya saham di Philip Morris, New York Times, Saks dan Caixabank. Grupo Carso, perusahaan milik keluarganya, punya bisnis di sektor konstruksi.




1. Bill Gates

http://images.detik.com/content/2013/05/17/68/154201_kaya001.jpg
Kekayaan: US$ 72,7 miliar (Rp 690,6 triliun).

Bill Gates naik peringkat jadi orang paling kaya di dunia versi Bloomberg setelah menyalip Carlos Slim. Ia merupakan pendiri sekaligus komisaris Microsoft, perusahaan software terbesar di dunia.

Gates juga punya 5% saham di Redmond, perusahaan yang bermarkas di Washington yang seperempat total kekayaannya berasal dari sini. Sumber kekayaan Gates lainnya berasal dari perusahaan investasi Cascade Investment. Tahun lalu ia sudah menyumbang US$ 28 miliar (Rp 266 triliun) hartanya kepada yayasan kemanusiaan miliknya.


Sumber: http://finance.detik.com/read/2013/05/17/153212/2248985/68/0/ini-daftar-terbaru-10-orang-terkaya-di-dunia

Permainan Khas Kalimantan Selatan


1. BALOGO




Balogo merupakan salah satu nama jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak sampai dengan remaja dan umumnya hanya dimainkan kaum pria.
Nama permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Bentuk alat logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar.
Dalam permainnannya harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan campa, yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm. Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain.
Permainan balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Jika dimainkan secara beregu, maka jumlah pemain yang “naik” (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah pemain yang “pasang”
(pemain yang logonya dipasang untuk dirobohkan) Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Dengan demikian jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.
Cara memasang logo ini adalah didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Karenanya inti dari permainan balogo ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan, mereka itulah pemenangnya.
Sebagai akhir permainan, pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan “janggut-janggut” secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu, tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan.

2. BAGASING


Gasing sendiri merupakan salah satu khasanah permainan tradisional anak-anak Nusantara yang layak untuk dilestarikan, namun sangat disayangkan permainan gasing tradisional ini pada masa sekarang cenderung terlupakan dan tergantikan oleh beragam jenis permainan produk asing. Padahal permainan gasing tradisional pada masa lalu tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Kalimantan hingga Papua.
Gasing sendiri adalah benda yang dibuat sedemikian rupa dari bahan kayu atau bambu dengan cara memainkannya yang harus diputar menggunakan seutas tali. Bentuk gasing sendiri cukup banyak dan setiap daerah juga memiliki beberapa bentuk Gasing, jika di Jawa memiliki gasing dengan delapan bentuk, sedangkan di Toraja, Sulawesi Selatan mengenal gasing dalam 32 bentuk. Sementara di Kalimantan khususnya Kalteng dalam permainan gasing tradisional atau Bagasing mengenal Gasing dalam dua varian bentuk yakni Gasing Pantau dan Gasing Balanga.
Permainan ini memiliki nama atau istilah masing-masing untuk setiap daerah di Indonesia. Jika permainan gasing tradisional khas Kalteng ini di Kalimantan Tengah disebut dikenal dengan sebutan Bagasing maka di Jawa Timur Bagasing dikenal sebagai “Kekehan”, di Yogyakarta Bagasing disebut “Patu“, Masyarakat Sunda mengenal Bagasing dengan sebutan “Bansing“, sedangkan warga Banyumas menyebut Bagasing dengan nama “Panggalan“.

Sementara di Kalimantan, Meliputi Kalteng (Kalimantan Tengah), Kalsel (Kalimantan Selatan) dan Kaltim (Kalimantan Timur) permainan gasing tradisional ini disebut sebagai Bagasing



3. ISUTAN JARAT
Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Asal katanya dari isutan dan jarat, kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‘usutan’ yang berarti ‘mencari’. Sedangkan ‘jarat’ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir.
Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai.
Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang (yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). Empat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.
Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya, yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya, bagian inilah yang diambil oleh anak-anak untuk membuat tali jarat. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan.
Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak, ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya.





4. BATEWAH
Batewah merupakan istilah yang sering dipakai anak-anak di daerah Marabahan dan Banjarmasin. Entah mengapa anak-anak menamai permainan ini dengan nama Batewah. Menurut perkiraan, nama batewah ini diambil dari kata ‘Tiwah’. Tiwah adalah upacara yang dilakukan oleh penganut agama Kaharingan di pedalaman Kalimantan. Upacara Tiwah ini untuk mengantarkan arwah kerabat yang sudah meninggal ke surga. Perkiraan kata tewah berasal dari tiwah didasari pada adanya kesamaan bentuk permainan ini dengan salah satu bagian upacara. Pada upacara Tiwah, keluarga yang melaksanakan upacara membeli seekor kerbau besar atau sapi untuk dijadikan kurban. Selama upacara berlangsung, kurban tadi diikat pada tongkat kayu dan seluruh keluarga yang ikut mengelilinginya. Masing-masing anggota keluarga memegang tombak, kemudian melemparkannya ke kurban terus menerus sampai kurban tidak berdaya lagi. Setelah itu baru disembelih untuk dimakan bersama.
Dalam permainan Batewah, sasaran yang dituju bukanlah binatang kurban, tetapi kayu yang disusun menyerupai susunan untuk api unggun. Seperti halnya upacara Tiwah, susunan kayu itu pun dilempari untuk menjatuhkannya. Meskipun ada kemiripan dalam kegiatannya permainan ini tidak mengandung hubungan dan tidak memiliki unsur religi atau magis.
Dalam bermain tewah minimal ada 3 orang pemain, 1 pemain jaga/pasang dan 2 pemain sebagai penewah yang naik/bersembunyi. Sebanyak-banyaknya pemain dalam satu permainan tewah biasa ada 8 orang. Permainan ini bisa dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan.
Peralatan dalam Batewah ini sederhana dan mudah didapat. Sebelum bermain disiapkan beberapa buah kayu sepanjang kurang lebih 30 cm dengan lebar 3 cm. Kemudian disusun sedemikian rupa sebagai sasaran untuk ditewah. Disiapkan juga potongan kayu lain sebagai undas/alat pelempar kayu yang disusun tadi dengan jarak minimal 4 meter.


Setelah lapangan permainan disiapkan maka pemain yang melempar berusaha untuk mengenai tumpukan kayu tadi, apabila kena maka pemain yang jaga menyusun kembali kayu sambil pemain yang lain bersembunyi. Pemain yang jaga setelah selesai menyusun kembali akan mencari pemain lainnya yang bersembunyi. Pemain yang pertama kali ditemukan biasanya akan menjadi giliran jaga berikutnya. Dalam permainan ini tidak diperlukan kalah dan menang, permainan akan berakhir bila pemainnya sudah merasa kelelahan.





5. BATUNGKAU
Sejarah Permainan Traditional Egrang- Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dengan ukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak besar. Permainan ini sudah tidak asing lagi, mekipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan permainan yang membutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh.

.


Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.

Minggu, 08 Februari 2015

PEMASANGAN PJU ( Penerangan Jalan Umum )

3.4. Merangkai Lampu SON-T (70 W dan 150 W)
         Komponen-komponen Lampu SON :


  Lampu SON-T 150 W atau 70 W                               : 1 Buah

       Trafo                                                                             : 1 Buah

·         Ignitor                                                                         : 1 Buah
·         Kabel NYM 2 x 2,5 mm                                             : 1 Meter
·         Kabel NGA 2,5                                                          : 1 Meter
·         Fitting                                                                          : 1 Buah
·         MCB                                                                               : 2A
·         Isolasi                                                                          : 1 Buah
·         Baut dan Mur pada Stang                                          : 2 Pasang
·         Stang lampu jalan                                                       : 1 Buah
·         Box MCB                                                                    : 1 Buah
·         Begol                                                                           : 1 Buah
·         Kap Lampu Jalan                                                        : 1 Buah

Langkah Kerja Pemasangan Lampu Jalan :
                        Kabel NYM 2 x 2,5 mm di potong sepanjang 1 meter, salah satu ujungnya di kupas, untuk fasa digunakan warna biru sedangkan netral warna hitam, setelah itu kabel-kabel fasa dihubungkan ke trafo, kemudian keluarlah fasanya dihubungkan ke ignitor dengan menggunakan kabel NGA, pada ignitor kabel fasa di kopel untuk dihubungkan ke fitting.
                        Untuk netral (N) nya langsung di hubungkan ke ignitor tanpa melalui trafo, pada ignitor kabel netral di kopel untuk dihubungkan ke fitting. Setelah kabel fasa dan netral sudah dihubungkan ke fitting hubungan salah satu kabel NGA keluaran dari trafo ke ignitor.
Untuk Lebih jelasnya :
  1. Masukkan kabel NYM 2 x 2,5 sepanjang 1 meter ke dalam lobang stang tempat meletakkan kap lampu, lalu masukkan kap lampu ke ujung stang.
  2. Buka penutup kap lampu tempat meletakkan trafo dan buka kaca kap lampu tersebut, pasanglah fitting sesuai dengan ukuran lampu HPL yang akan di gunakan.
  3. Setelah selesai rangkailah trafo dengan menggunakan kabel sesuai dengan gambar rangkaian yang ada.
  4. Kemudian pasang baut trafo yang sudah ada di dalam kap lampu, kemudian pasang lah bola lampu tipe HPL yang akan di gunakan,
  5. Periksa kembali hasil pemasangan, lalu jika sudah benar tutuplah kap lampu dengan baut yang telah ada dan pasang kaca kap lampu.
  6. Periksakan rangkaian dengan menggunakan arus listrik jika telah menyala, maka lampu siap di pasang di tiang listrik.
  7. Letakkan begol, baut, dan mur di satang lampu tersebut tempat begol di atas dan dibawah, dan jangan dipasang langsung agar pada saat di tiang tidak perlu membukanya lagi
  8. Apabila lampu jalan sudah di pasang dengan baik dan benar, maka gunakan MCB 2A untuk menyalakan atau memadamkan lampu yang sudah tersambung dengan kabel TR (Tegangan Rendah) dan MCBnya di pasang di tiang dengan ketinggian 1,5 meter di atas tanah.
3.5. KWH Meter
            KWH Meter merupakan kepanjangan dari (Kilo Watt Hours) yaitu digunakan sebagai alat untuk mengukur pemakaian energi Listrik pada BOX lampu jalan, terdiri dari beberapa komponen. Termasuk diantaranya adalah KWH Meter. Digunakan untuk pemakaian energi listrik dari lampu jalan. KWH berdasarkan fasanya dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.       KWH Meter 1 fasa
b.      KWH Meter 3 fasa
Kwh meter mempunyai beberapa komponen, diantaranya :
1.      Kumparan Arus
2.      Kumparan Tegangan
3.      Piringan Dial
4.      Counter (Hitungan Putaran)
5.      Komponen Magnet Lainnya
3.6. Komponen Penerangan Jalan Umum (PJU) Yang Digunakan
       Adalah Sebagai Berikut :
-                                Trafo         : adalah sebuah komponen yang digunakan   
                                                     untuk menaikan atau menurunkan tegangan.
-                                Time Switch                            : adalah Saklar yang bekerja atas dasar prinsip
                                   waktu untuk mengendalikan atau
                                   menghidupkan lampu PJU.
-.                               Ignitor       : pemberi tegangan kejut dalam kontraktor pada  
                                                              proses penerangan lampu jalan.
-.                               Magnet      : adalah saklar yang bekerja atas dasar prinsip
                                                     Magnet.Kontaktor
3.7. Langkah Kerja Pemasangan Lampu SON
-.    Siapkan alat dan bahan
-.    Hubungan Kabel fasa ke Trafo
-.    Keluarkan dari Trafo dihubungkan ke Ignitor
-.    Dari Ignitor Fasa di Kopel untuk dihubungkan ke Fitting
                  -.    Untuk Netral langsung dihubungkan ke Ignitor tanpa melalui Trafo

 3.8. Gambar Rangkaian Pemasangan Lampu SON 150 Dan SON 70 /  
 
http://4.bp.blogspot.com/-5w09TCxek5s/UJOX_Qi85EI/AAAAAAAAAJ0/JjhnhuaxQoE/s1600/lampu_neon.gif
http://3.bp.blogspot.com/-ZVQrUbbJi5c/UJOYZMgnBSI/AAAAAAAAAJ8/3aXlJGX-ntE/s1600/RANGKAIAN+SAKLAR+ULTRASONIK.png









Dalam bidang penerangan, lampu fluorescent atau dikenal juga dengan lampu TL telah digunakan secara luas baik di dalam industri maupun digunakan oleh rumah tangga. Lampu jenis fluorescent atau lampu TL merupakan jenis lampu yang paling banyak digunakan dari semua jenis lampu yang mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu pelepasan muatan listrik.

Lampu fluorescent merupakan lampu jenis lampu yang cukup efisien dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, terutama jika dibandingkan dengan lampu jenis kawat pijar. Tetapi dengan semakin mahalnya harga energi listrik , akhir–akhir ini telah banyak diperkenalkan lampu–lampu jenis fluorescent dengan berbagai bentuk dan ukuran yang ternyata cukup hemat akan penggunaan energi listrik. Salah satunya adalah lampu fluorescent dengan ballast kumparan berinti besi.

Lampu fluorescent adalah lampu dengan yang prinsip kerjanya dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya berdasarkan pada berpendarnya radiasi ultra violet pada permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent misalnya jenis phospor. Radiasi ultra violet akan terjadi bilamana elektron–elektron bebas hasil dari emisi elektron pada elektroda bertumbukan dengan atom–atom gas yang terdapat dalam tabung pelepas muatan.

Agar elektroda–elektroda dapat memancarkan elektron, maka perlu bagi elektroda untuk mendapatkan mekanisme pembantu proses tersebut. Pada lampu fluorescent biasa, maka proses emisi elektron ini dilakukan dengan proses pemanasan elektroda–elektroda terlebih dahulu, proses ini dilakukan oleh alat yang kita kenal dengan nama starter (penganjak). Untuk dapat menyala maka lampu tabung fluorescent memerlukan tegangan yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 400 Volt, jadi tegangan ini jauh lebih tinggi dari tegangan jala–jala yang tersedia, oleh karena itu fungsi starter selain membantu memanaskan elektroda, juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan tegangan penyalaan bagi lampu.

Jika penyalaan telah selesai dilakukan, arus listrik akan mengalir melalui tabung lampu fluorescent, dan karena tegangan pada starter lebih besar sehingga bimetal pada starter akan terbuka. Oleh karena lampu fluorescent memiliki karakteristik arus - tegangan negatif, artinya tegangan pada lampu akan turun bila arus naik dan sebaliknya tegangan pada lampu akan naik bila arus turun, maka setelah proses penyalaan berlangsung, arus yang lewat pada tabung akan naik sampai tegangan kerja pada lampu tercapai. Tegangan ini jauh lebih rendah dari tegangan jala–jala.

Untuk memelihara tegangan kerja inilah maka pada lampu jenis fluorescent digunakan alat bernama ballast. Fungsi utama dari ballast adalah membatasi besar arus dan mengoperasikan lampu pada karakteristik listrik yang sesuai.

Seperti yang telah dijelaskan didepan, lampu fluorescent banyak digunakan oleh masyarakat karena apabila dibandingkan dengan lampu jenis pijar, maka lampu jenis fluorescent tampak mempunyai efisiensi yang lebih tinggi yaitu dengan besar daya yang sama, diperoleh kuat penerangan yang lebih besar, selain itu pada lampu jenis pijar, banyak energi listrik yang diubah menjadi energi panas saja.

Walaupun lampu jenis fluorescent mempunyai efisiensi lebih tinggi dari pada lampu jenis pijar, tetapi lampu ini masih mempunyai kerugian – kerugian yang cukup berarti yaitu :

Harga lebih mahal, hal ini tidak terlalu menjadi masalah, sebab masih terjangkau oleh masyarakat kalangan tertentu. Memerlukan ballast, dengan adanya ballast ini akan menimbulkan kerugian daya pada ballast sendiri, yang kerugian cukup besar, dan juga rendahnya harga faktor kerja ( Cos φ ) karena pada lampu jenis fluorescent yang konvensional digunakan ballast jenis induktor ( kumparan ).

Karena semakin mahalnya energi listrik, maka dimulailah beberapa cara untuk menghemat energi listrik, sehingga semakin banyak misalnya digunakan lampu – lampu jenis tabung fluorescent karena dianggap lebih efisien dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, tetapi kendala timbul setelah digunakan dalam jumlah yang banyak dan beban yang cukup besar mengakibatkan menurunya faktor daya sumber yang berakibat tidak tercapainya jumlah beban dan jumlah daya tersedia dari sumber, akibatnya penggunaan lampu jenis ini akan menurunkan jumlah daya yang tersedia dari sumber, juga kesulitan lain berupa sulit menyala dengan normal pada saat terjadi beban puncak dan menurunya tegangan sumber.

Untuk mengatasi hal ini maka penggunaan lampu jenis fluorescent yang tetap dapat dioperasikan seimbang antara jumlah beban (jumlah lampu) dengan jumlah daya yang tersedia dari sumber. Dengan kata lain kita berusaha agar daerah atau rentangan beban (lampu TL) yang masuk pada sistem mempunyai faktor daya lebih tinggi mendekati faktor daya dari sumber agar tercapai efisiensi penggunaan daya listrik, sehingga akan sama atau mendekati sama antara daya nominal beban dengan daya nominal sumber.

  

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA
SILAHAKAN TINGGALKAN JEJAK 
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com